Headlines News :
Home » , , » Guru Harus Mampu Menjadi Insan Pendidik Yang Profesional

Guru Harus Mampu Menjadi Insan Pendidik Yang Profesional

Ditulis Oleh Satelit Post Online | Rabu, 09 Mei 2012 | 01.29


JAMBI
, Guru harus mampu menjadi insan pendidik yang profesional, demikian dikatakan Gubernur Jambi dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Ir. Syahrasaddin, M. Si, Kamis malam (3/5/2012) , bertempat di Auditorium Gubernuran Jambi, saat membuka secara resmi Seminar Nasional dan Pertemuan Ilmiah Forum Komunikasi Dekan Fakultas Kejuruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Negeri se-Indonesia.
           Hadir pada kesempatan ini Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti)  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, yang diwakili Direktur Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Prof. Dr. Supriadi Rustad, M. Si, Rektor Universitas Jambi Prof. Dr. Aulia Tasman, M.Sc, Ketua Forkom Pimpinan FKIP Negeri se-Indonesia Prof. Dr. Furqon Hidayatullah, M. Pd, yang juga sebagai Tim PPG Dikti, Tim Lemhanas RI dan Dekan FKIP UNS, Sekretaris Forkom, Tim Rekonstruksi Kurikulum LPTK dan Dekan FKIP Unsyiah Banda Aceh, para Dekan dan Pembantu Dekan FKIP Negeri se-Indonesia, Ibu-ibu Dharma Wanita Dekan FKIP se-Indonesia, dan tamu undangan lainnya.
            Ditegaskan Gubernur, ”paradigma pendidikan di abad 21 menuntut perubahan peran guru. Guru harus mampu menjadi insan pendidik yang profesional, kreaktif, dan dinamis,” insan pendidik yang sanggup menciptakan susana dan lingkungan belajar yang inovatif, insan pendidik yang sanggup menunaikan peran multi fungsi, sebagai fasilitator, motivator, komunikator, transformasi, bahkan sebagai agen perubahan, ujarnya.
            Dengan mempertimbangkan pentingnya peran guru, maka dituntut peran aktif Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dalam memperkokoh institusi LPTK sebagai lembaga penghasil guru profesional, melalui penyempurnaan modal kurikulum, standar rekrutmen calon guru profesional dan pola pembinaan guru mulai penataan sistem kelembagaan yang paling dasar dengan memperkuat posisi jurusan dan program studinya sehingga dapat menjadi cermin bagi program studi lain.
           Karenanya, melalui forum inilah Gubernur berharap dapat menghasilkan pemikiran yang bernas untuk diaplikasikan ke dalam dunia pendidikan agar bisa menjadi bansga yang kreaktif, inovatif dan mandiri dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat Indonesia, dalam rangka mempercepat pencapaian tujuan pembangunan. Pendidikan bukan hanya bertujuan menghasilkan manusia yang terdidik tetapi yang lebih penting ialah manusia yang berbudaya.
           Sedangkan Direktur Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Prof. Dr. Supriadi Rustad, M. Si, pada kesempatan ini menyampaikan, diharapkan kedepan para tenaga pendidik di Indonesia ini lebih berkualitas, untuk itu harus dimulai dari saat perekrutan calon tenaga guru. Dalam merekrut calon tenaga guru harus benar-benar dari yang mempunyai kompetensi, dan IP terbaik, sehingga pada saatnya akan dapat menggantikan tenaga guru yang ada saat ini, sehingga pada saatnya pula tenaga guru di Indonesia ini akan diperhitungkan di tingkat yang lebih tinggi.

           Ditegaskan Supriadi, ”Tentunya kita tidak rela anak-anak kita dididik oleh guru-guru yang memiliki kemampuan terbatas, apalagi kurang, karena ini akan menjerumuskan,” ujarnya. Untuk itu Direktur Pendidikan dan Tenaga Kependidikan mengajak Fokom FKIP untuk memperbaiki mutu guru di Indonesia.  
           Disampaikan Direktur Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, tidak boleh sembarang orang masuk LPTK, mulai tahun 2013 akan ada saringan yang ketat untuk masuk LPTK, hanya orang-orang yang terpilih yang bisa masuk LPTK, untuk menjadi guru. Kemudian kedepan selama mengikuti pendidikan calon guru harus diasramakan, jadi para mahasiswa FKIP harus diasramakan, ini guna membangun karakter para calon guru. Disamping itu menurut Supriadi, melalui pengabdian, sebelum calon guru masuk PPG harus melaksanakan pengabdian didaerah terpencil, seperti yang dilakukan di tahun 2011 ada 3.000 calon mahasiswa yang mengikuti pengamdian di daerah Aceh, NTT, Papua, kemudian di Sulawesi Utara, dan ternyata hasilnya bagus, mampu menggemleng anak-anak calon mahasiswa ini menjadi tangguh, ujarnya.
            Ini akan dijadikan modal, jadi setelah calon guru berhasil menyelasaikan pendidikan sarjananya, tidak otomatis PPG, tetepi akan digemleng. Misalnya yang dari Jambi harus melaksanakan pengabdian di Papua, atau NTT, dan sebaliknya, sehingga para guru nantinya akan benar-benar mengerti tentang Indonesia ini secara benar, tambahnya.
            Sebelumnya Dekan FKIP Universitas Jambi (Unja) Drs. Affan Malik, ME, dalam laporannya menyampaikan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk ; 1. membahas issu-issu terkini, baik seputar kebijakan baru pemerintah di bidang pendidikan, maupun tentang permasalahan pendidikan guru dan membicarakan alternatif sosial pemecahan masalah, 2. memunculkan ide-ide inovatif untuk kemajuan kualitas pendidikan guru di LPTK, 3. menyambung tali silaturrahmi antar sesama keluarga besar FKIP Negeri se-Indonesaia dari Sabang sampai Marauke.
            Kegiatan inibertema, ”peran LPTK dalam merekonstruksi pendidikan guru Indonesia,” tema ini sedang hangat diperbincangkan dalam rangka implemntasi Kebijakan Dikti tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia atau KKNI yang sudah ditetapkan sejak taun 2011 yang lalu, yang arahnya adalah berkenaan dengan penetapan pengakuan kualifikasi setiap jenjang pendidikan secara nasional, serta rekrutmen arah kurikulum LPTK. Dalam hal ini LPTK harus menunjukkan peran dan fungsinya sebagai pencetak calon guru.
            KKNI ini terdiri dari sembilan jenjang kualifikasi, dimulai dari jenjang kualifikasi satu (terendah) = SMP sampai jenjang kualifikasi sembilan (tertinggi) = S3. KKNI, adalah kerangka penjenjangan kulaifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara Bidang Pendidikan dan Bidang Pelatihan Kerja serta Pengalaman Kerja dalam rangka Pemberian Pengekuan Kompetensi Kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai bidang.
           Kegiatan ini dilaskanakan selama tiga hari (3-5 Mei 2012). Pertemuan Ilmiah diikuti 108 orang pimpinan FKIP Negeri se-Indonesia, yang terdiri dari Dekan, Pembantu Dekan I, II, III dan IV beserta istri dan hadir juga para pendiri serta penasehatan Forkom FKIP Negeri se_Indonesia yang berasal dari 22 Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia. Sedangkan seminar nasional Pendidikan diikuti 350 orang peserta, yang terdiri dari anggota Forkom FKIP, Guru Besar dan Dosen FKIP Unja, guru-guru SD dan SMP. Sedangkan bertidak sebagai nara sumber ; 1. Prof. Dr. Supriadi Rustad, M.Si, 2. Prof. Dr. Furqon Hidayullah, M.Pd, 3. Prof. Dr. M. Yusuf Aziz, M. Pd. (Humas/Sunarto/Fotografer : Marzuki).
Sumber: Biro Humas dan Protokol (04/05)

Bagikan :

Posting Komentar

 
Support : Satelit Indonesia Online | Dwi Yuli Karyanto Sutoyo | LSM-LITA
Copyright © 2012 - 2014. Satelit Sumatera Post Online - All Rights Reserved
Template : Creating Website | Mas Template | Telaga Pandan
Powered by Blogger