Headlines News :
Home » , » Berita Lahat Semesta

Berita Lahat Semesta

Ditulis Oleh Satelit Post Online | Rabu, 05 Maret 2014 | 02.35

 Rabu, 5/3/2014

SSP.Online - Yuliusman Zawawi, S.H adalah sosok pemuda yang memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Sejak aktif di lembaga Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau  Walhi Sumatera Selatan, dia konsisten berjuang melawan praktik ketidakadilan dan penindasan yang dialami rakyat, khususnya petani. Keinginannya tak lain adalah mengangkat harkat dan martabat petani, sekaligus membuka ruang kesadaran terhadap hak-hak yang terabaikan.

”Di Sumsel, kasus konflik lahan antara petani dan pemodal swasta maupun petani dengan pemerintah atau BUMN kerap terjadi. Lokasinya terjadi secara sporadis di sejumlah kabupaten-kota,” kata pria kelahiran Lahat, 30 Juli 1981, yang saat ini Calon Legislatif (Caleg) dari PDI Perjuangan Nomor Urit 8 di daerah pemilihan (Dapil) V (Lima) Kecamatan Gumay Talang, Kikim Timur, Kikim Tengah, Pseksu, Kikim Barat dan Kikim Selatan.


Yulius menuturkan bahwa hampir setiap tahun selalu terjadi kasus sengketa lahan yang melibatkan petani-pemodal swasta-BUMN. Sejumlah contoh konflik lahan, misalnya konflik lahan antara petani dan PT Persada Sawit Mas di Rambai dan Desa Perigi Talang, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Lalu ada juga konflik antara petani di Kabupaten Musi Banyuasin dan perusahaan kelapa sawit PT Berkat Sawit Sejati.
”Petani tidak hanya berkonflik dengan perusahaan swasta, tetapi juga berkonflik dengan BUMN (badan usaha milik negara), seperti yang terjadi di Desa Sidomulyo, Kabupaten Banyuasin, dan Desa Rengas, Kabupaten Ogan Ilir. Dalam hal ini, konflik terjadi dengan pihak PTPN VII,” kata Yulius yang kini kembali ke kampung halamannya membangun tanah kelahirannya di Kikim Area.


Menurut Yulius, ada tiga program yang sangat penting bagi warga Kikim Area, pertama, mendidik rakyat Kikim Area, kedua, membela warga Kikim Area yang mayoritas petani, dan ketiga, membangun Desa yang masih sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan desa di kota.


“Untuk mendidik rakyat, program konkritnyo selama 5 tahun targetnya mencetak 50 orang sarjana dengan mengambil peran mendanai SPP 20 orang selama kuliah di Perguruan Tinggi. Selanjutnya membela Petani Kikim Area, program konkritnya membangun kelompok tani yang solid, produktif dan mandiri dengan memfasilitasi petani alat pertanian, pupuk, herbisida dan pengetahuan serta akses pasar. Membangun Desa, program konkritnyo prioritas pembangunan infrastruktur melalui perjuangan anggaran untuk Kikim Area. Inilah program yang saya usung sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat Kikim Area,” ujarnya.
Keprihatinan Yulius Terhadap Masyarakat Kikim Area


Yulius yang juga berasal dari keluarga petani ini paham betul soal praktik penguasaan lahan dengan cara-cara tidak sah. Dia prihatin karena akhirnya petani hampir selalu berada di pihak yang kalah meskipun posisinya benar. Hal inilah yang kemudian menarik minat Yuliusman Zawawi untuk membela hak-hak petani di Kikim Area, selain itu karena pengalamannya bergabung di Walhi Sumsel sejak tahun 2006. Selama tiga tahun, Yulius mematangkan pengetahuan dan pengalamannya di bidang advokasi.
Sejumlah pendidikan nonformal yang sempat diikuti Yuliusman, di antaranya pelatihan investigasi oleh Walhi Sumsel, pelatihan fasilitator oleh Walhi Lampung, dan mengikuti kursus politik yang diselenggarakan Sekolah Demokrasi Banyuasin pimpinan Tarech Rasyid.


Yulius siap membantu petani menyelesaikan konflik lahan. Dia menjelaskan sejumlah faktor pemicu konflik lahan ini, misalnya karena adanya aktivitas penguasaan lahan yang tidak sesuai perizinan karena merambah lahan garapan rakyat, pendataan kepemilikan lahan yang tidak lengkap, dan lemahnya peran pemerintah termasuk Badan Pertanahan Nasional.


Dalam mengadvokasi petani, Yulius cukup berpengalaman dengan penyelesaian melalui jalur mediasi. Jalur ini menurutnya sebenarnya efektif sebagai solusi jika saja didukung oleh pihak-pihak yang berkompeten. Dengan banyaknya permasalahan Lahan di Kikim Area sangat memungkinkan Yuliusman Zawawi menyelesaikannya dengan berdasarkan pada pengalamannya mengadvokasi beberapa permasalahan Lahan yang ada di Sumsel.

Bagikan :

Posting Komentar

 
Support : Satelit Indonesia Online | Dwi Yuli Karyanto Sutoyo | LSM-LITA
Copyright © 2012 - 2014. Satelit Sumatera Post Online - All Rights Reserved
Template : Creating Website | Mas Template | Telaga Pandan
Powered by Blogger