Anggaran TPS Belum juga Cair
Kesiapan Pilkada Padang 80 Persen (1)
4/3/2014
Besok
(5/3), teka-teki siapa yang akan memimpin Kota Padang lima tahun yang
akan datang bakal terjawab. Apakah mantan Wakil Wali Kota Padang
Mahyeldi Ansharullah bersama pasangannya Emzalmi, atau mantan Dirut PT
Igasar Desri Ayunda dengan James Hellyward? Semuanya tergantung kepada
pilihan masyarakat Kota Padang yang berjumlah 560.286 pemilih, Rabu
(5/3).
Kedua calon wali kota (Cawako) Padang itu berhak mengikuti Pilkada
Padang putaran II, setelah tidak satu pun pasangan calon berhasil meraih
suara di atas 30 persen (syarat pemenang pilkada, red) sesuai
undang-undang.
Kedua pasangan calon menempati urutan pertama dan kedua perolehan
suara pada pilkada putaran I pada 30 Oktober 2013 lalu. Di mana,
pasangan calon Mahyeldi-Emzalmi 29 persen dan Desri Ayunda-James
Hellyward 19 persen.
Ketua KPU Padang Alison kepada Padang Ekspres mengatakan, persiapan
pilkada putaran II sudah mencapai 80 persen sampai kemarin (3/3).
Hari ini (4/3), logistik pilkada dipastikan sudah berada di TPS. KPU
mengharapkan warga Padang bisa menyukseskan pelaksanaan pilkada
putaran kedua ini. “Jadi, besok (hari ini) logistik sudah sampai ke
tingkat TPS,” kata alumni Fakultas Peternakan Unand itu.
Nampaknya, KPU Padang tak ingin mengambil risiko dalam distribusi
logistik pilkada putaran II. Buktinya, KPU melibatkan aparat
kepolisian dalam mendistribusikan logistik sampai ke tingkat
kelurahan. “Khusus distribusi logisitik ke TPS (Tempat Pemungutan
Suara), kita lakukan sehari sebelum pencoblosan yang dilakukan 5 Maret
mendatang,” kata Alison.
Logistik pilkada putaran II, terdiri dari surat suara, sampul, dan
kelengkapan lainnya. Secara keseluruhan surat suara berjumlah 575.219
lembar dan jumlah TPS 1.532 unit. Sedangkan jumlah pemilih tetap
putaran kedua ini adalah 560.286 pemilih. “Sampai sore ini
(kemarin), belum ada laporan adanya persoalan dalam proses
distribusi,” katanya.
Untuk dana di TPS, menurut Sekretaris KPU Padang Djunardi,
menelan anggaran Rp 5,6 miliar. Alokasi anggaran itu juga dibagikan
kepada PPK (Panitia Pemilih Kecamatan) untuk penyediaan alat
penunjang pencoblosan seperti tenda, meja, kursi dan konsumsi.
Sampai kemarin, menurut Djunardi, dana tersebut belum bisa diberikan
ke PPK. Pasalnya, ada sekretaris PPK yang berganti sehingga proses
administrasi perlu diubah. Terlebih lagi, listrik pudur juga di
kawasan itu mulai siang hingga sore kemarin.
“Kita mau mengubah kuitansi penerimaan, tapi listrik mati. Sehingga, tidak bisa bekerja hingga sore ini (kemarin),” katanya.
Dia menargetkan hari ini, dana tersebut sudah bisa diterima petugas
di setiap TPS. Belum cairnya dana TPS itu, membuat Ketua TPS 6 Alai
Parakkopi, Yuke, belum bisa bekerja menyiapkan lokasi.
Untuk mengisi kekosongan itu, dia mendistribusikan surat undangan ke
pemilih yang masuk dalam DPT. “Untuk kesiapan lokasi, belum bisa kita
lakukan apa-apa. Dananya saja belum ada, bagaimana kita bekerja
menyiapkan tempat,” katanya.
Di TPS Kompleks Indah Pratama dan Kompleks Surau Gadang,
Nanggalo, petugas KPPS sudah menyerahkan surat panggilan memilih ke
warga. Namun, di lokasi tempat Ketua KPU RI Husni Kamil Manik bakal
menggunakan hak suaranya itu, hingga siang kemarin belum didirikan
TPS.
Di sisi lain, Panwaslu Padang sudah menurunkan tim untuk
melakukan pemantauan ke sejumlah titik pendistribusian logistik.
Menurut Ketua Panwaslu Padang, Nurlina K menyampaikan, proses
pendistribusian logistik rawan disalahgunakan. Untuk itu, dia
bersama Panwascam turun ke lokasi pendistribusian dan
penyimpanan logistik.

Posting Komentar